161 M Lebih, Bansos Jatim 2026 Tetap Tidak Dipotong, Setelah Pasuruan 7,7 M, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos 3 M di Sidoarjo
161 M Lebih, Bansos Jatim 2026 Tetap Tidak Dipotong, Setelah Pasuruan 7,7 M, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos 3 M di Sidoarjo
Sidoarjo, Informatika News Line, 18/02/2025
Anggaran
Bansos Jawa Timur sebesar tahun 2026 sebesar 161 M lebih dan tidak
dilakukan pemotongan, sebagaimana yang telah dilakukan secara
besar-besaran dan massif pada berbagai program pembangunan lain di Jawa
Timur. Kepastian penetapan anggaran tahunan ini disampaikan oleh Kepala
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widianti, Rabu (18/02) di
Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Baca Lebih Lengkap Di Informatika News Line
Lihat Link Lengkap nya Di Bawah Ini
http://www.informatikanewsline.my.id/2026/02/161-m-lebih-bansos-jatim-2026-tetap.html
"Alhamdulillah dana bansos Provinsi tahun 2026 ini tidak dipotong totalnya sebesar 160-an M, " kata Restu.
Kegiatan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo ini dilakukan dalam rangka
penyaluran bantuan sosial secara simbolis kepada ratusan warga Sidoarjo
penerima manfaat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Hadir
dalam acara pemberian bantuan sosial ini, Bupati Sidoarjo, H. Subandi,
S.H., MKn. beserta istri, dr. Sriyatun, yang hadir sebagai anggota DPRD
Provinsi, beserta dr. Benjamin Kristianto, MARS, anggota Komisi E.
Gubernur
Khofifah Indar Parawansa kepada pers menyampaikan bahwa penyaluran
sejumlah bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan
sejumlah program perlindungan sosial lainnya di Kabupaten Sidoarjo,
totalnya mencapai 3 Milyar rupiah lebih (Rp 3.016.350.000) bagi ratusan
penerima manfaat
Penyaluran bansos ini menjadi titik kedua
setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Pasuruan sebesar 7,7 Milyar
rupiah lebih (Rp 7.735.250.000,-). Khofifah menargetkan seluruh
penyaluran bantuan sosial di Jawa Timur selesai diberikan sebelum akhir
Lebaran, sebelum 1 Maret 2026, sebagai bantalan sosial menghadapi
tekanan ekonomi dan menjelang Ramadhan.
"Ini bagian dari bantalan
sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadhan panjenengan semua
lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan
keluarga," kata Khofifah kepada pers di halaman belakang Pendopo Delta
Wibawa Pemkab Sidoarjo.
Rincian penerima bansos di Sidoarjo
antara lain PKH Plus bagi keluarga, bantuan sosial penyandang
disabilitas 66 jiwa, KIP Putri Jawara 100 jiwa, KIP PPKS Jawara 9 jiwa,
bantuan permakanan LKS lansia 10 jiwa, bantuan bagi pilar sosial (SDM
PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, Tagana) 77 jiwa, zakat produktif
50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa
Jatim Puspa
Menurut Khofifah, program zakat produktif menyasar
pelaku usaha ultra mikro agar bisa meningkatkan ekonomi keluarga dan
keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bantuan sosial
lainnya difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan
perempuan kepala keluarga
"Kalau Putri Jawara ini untuk orang
tua tunggal (single parent), harapannya bisa menjadi tulang punggung
ekonomi keluarga. Zakat produktif untuk pejuang usaha ultra mikro agar
mendapat permodalan," jelas Khofifah.
Khofifah juga meminta para
pilar sosial di daerah memastikan ketepatan data penerima bansos,
termasuk mencegah kesalahan inklusi maupun eksklusi. Ia menegaskan,
selama tiga bulan ke depan tidak ada penonaktifan peserta Penerima
Bantuan PBI Jaminan Kesehatan di Jawa Timur agar masyarakat dengan
penyakit kronis tetap terlindungi.
"Dipastikan (Semua penerima
PBI) tetap jalan, reaktivasi langsung dilakukan (bagi yang terdampak
proses penonaktifan PBI) supaya tidak ada yang gelisah atau khawatir,
terutama yang punya penyakit kronis," tegas GUbernur.
Dalam
kegiatan ini Gubernur juga turut mengapresiasi peran Tagana dan SDM PKH
yang dinilai menjadi ujung tombak distribusi bansos dan penanganan
bencana di Jawa Timur. Selain itu digelar bantuan Program Pemberdayaan
BUMDesa,Desa Berdaya dan Program Jatim Puspa. Sejumlah BUMD di Kabupaten
Sidoarjo mendapatkan bantuan program dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Desa (PMD) dengan nilai bervariasi antara 90 juta lebih sampai
tertinggi sebesar 120 juta lebih (GIW)


Komentar
Posting Komentar